Monday, October 30, 2006 9:32 AM

Lebaran Spesial


Idul Fitri kali ini adalah lebaran yang spesial nih ..:)
pertama kali lebaran dan sholat ied tapi enggak di rumah bersama orang tua di Lampung
pertama kali lebaran di rumah mertua di Bekasi
pertama kali lebaran dengan status sebagai suami (doakan segera menjadi ayah ya .. :))
pertama kali lebaran bersama istri tercinta
pertama kali lebaran dalam satu keluarga tapi berbeda waktu (cuma aku, ibu dan dinda yang ikut pemerintah)
pertama kali lebaran tanpa rendang masakan ma'o
pertama kali lebaran sambil influenza berat
pertama kali mudik pas hari H
pertama kali mudik bareng dinda
pertama kali sejak pertama kali puasa full (kalo ga salah kelas 4 SD), kali ini enggak full .. :( (di hari terakhir ga sanggup karena flu berat).

Alhamdulillah...

"Ya Allah, terimalah segala amal ibadah selama bulan ramadhan yang lalu, jadikanlah hambamu ini menjadi lebih baik dari hari2 sebelumnya, ampunilah segala dosa dan kesalahan, senatiasa berikan rahmat dan hidayah Mu supaya hambamu ini mampu untuk beristiqomah untuk menjalankan apa yang telah hamba lakukan di bulan ramadhan yang lalu, dan pertemukanlah hamba dengan ramadhan yang akan datang. Amin"

Selamat hari raya Idul Fitri 1427 H, Mohon maaf lahir batin ya .. :)

posted by Spellcaster at 9:32 AM

0 comments

Post a Comment





Thursday, October 19, 2006 7:38 AM

Bicara segitu gratis segitu

Lagi, kejutan buat temen2 pengguna simPATI dari telkomsel. Walaupun agak telat nyampeinnya, tapi mudah2an bisa berguna bagi yang belum tau ya .. :). simPATI kini ada bonus free x menit setelah panggilan x menit, atau bahasa "marketing"nya "Bicara segitu gratis segitu". Maksudnya? setiap anda melakukan panggilan minimal 3 menit dalam satu kali transaksi panggilan ke seluruh nomor pelanggan telkomsel (kartuHalo, simPATI dan Kartu As) akan mendapat bonus free panggilan selama panggilan tersebut. Tuh, lumayan khan, berarti misalnya setiap anda bicara 5 menit, maka kamu-kamu akan mendapatkan free 5 menit gratis untuk berikutnya.

Untuk mendapatkan bonus, temen2 harus melakukan panggilan minimal 3 menit ke seluruh nomor pelanggan telkomsel pada waktu peak (08.00 - 19.59 ). Lalu bonus yang didapatkan bisa digunakan pada waktu off peak (20.00 - 07.59). Nah lebih serunya lagi, bonus gak harus dipakai dihari yang sama, tapi terus di akumulasi. Jadi bisa dikumpulkan sebanyak2nya dan bisa digunakan sesukanya. Untuk melihat jumlah bonus menit yang dimiliki bisa akses ke *889#. Masa promosi ini akan berakhir sampi dengan 31 Desember 2006, so bisa puas2 khan makenya... :)

Oke deh, segini dulu aja infonya, nantikan kejutan dari simPATI berikutnya .. :D

posted by Spellcaster at 7:38 AM

0 comments

Post a Comment





Tuesday, October 10, 2006 2:30 PM

Apakah aku ini muslim ?

Aku membaca syahadat..
Aku sholat ..
Aku berpuasa di bulan Ramadhan ..
Aku berzakat ..
Aku berniat naik haji jika mampu..

Aku muslim? Ah masa sih?
Aku tanya orang-orang terdekat, teman, saudara, apakah aku muslim?
Kata temanku, "setahuku ya, kamu khan sholat dan berpuasa"..
Umm begitu ya, dengan begitu berarti aku muslim...

Ya, memang aku muslim...
Tapi muslim menurut siapa?
Ya, muslim menurutku sendiri
Muslim menurut teman-temanku ..
Muslim menurut sudaraku
Muslim menurut manusia..
Tapi bagi Allah? belum tentu ... Wallahu a'lam bi showab

Bismillahirohmannirrohim

Ya Allah, jadikanlah kami sempurna dengan keimanan kami. melaksanakan kewajiban-kewajiban kami. memelihara sholat kami. Senantiasa meminta apa-apa yang engkau miliki. Berharap terhadap ampunan-Mu. Senantiasa berpegang teguh terhadap pentujuk-Mu dan berpaling terhadap perbuatan sia-sia.

Amin Ya Robbal Alamin

posted by Spellcaster at 2:30 PM

0 comments

Post a Comment





Thursday, October 05, 2006 9:06 PM

Rezeki di tangan Allah, bagaimana cara menjemputnya sepenuhnya kita yang memilih

Hari ini ternyata harus nginep lagi di kantor. Lagi? iya lah, soalnya malem rabu kemaren udah nginep buat migrasi template simPATI pun sampe sekarang harus nginep lagi karena kerjaan itu belom selesai. Cuma yang untuk yang ini agak surprise juga pas nerima perintah harus nginep, saolnya dari rumah ga siap apa2 (handuk, sikat gigi dll). Terpaksa ngandelin yang nempel di badan deh hehehe..But okelah, kita khan harus berdedikasi pada perusahaan.. jangan kerjanya nuntut kesejahteraan melulu .. :)
Sebenernya salahku juga si knp ga siap hari ini. Kemarin rabu, ketika mo pulang, sebenrnya bos udah bilang kalo malem jum'at harus nginep lagi. Tapi karena capek, ngantuk karena abis begadang, jadi ga "ngeh" deh. Pas hari ini diingetin lagi, malah kaget hehehe. Jadi ga enak juga sama dinda, dia jadi ngambek deh. Maafin ya dinda, namanya juga tugas.

Sebenernya si yang pengen di tulis bukan tentang ini hehehe, tapi sekalian aja ah, abisnya kepikiran sih. Yang pengen aku tulis hari ini adalah kutipan dari pengajian tadi siang. Judul ceramahnya si sebenernya tentang sistem syariah, tapi ada sepenggal hal yang kayaknya "kena" banget dihati, walaupun tadi disampaikan secara singkat.

Bahwasannya rezeki itu mutlak di tangan Allah. Kita tidak bisa menentukan besar rezeki yang akan kita terima. Tapi kita sepenuhnya berkuasa untuk memilih bagimana caranya kita menjemput rezeki itu. Apakah dengan cara haram, ataukah dengan cara halal. Ada dua cerita yang disampaikan ustadz sebagai contoh :

Yang pertama, suatu ketika Ali bin Abi Talib RA dalam perjalanan singgah di suatu mesjid untuk sholat. Dia melihat seorang pemuda sedang duduk di pekarangan mesjid. Lalu Ali berpikir, "Ah, mungkin lebih baik aku mempercayakan keledai yang aku bawa ini kepada pemuda itu disaat aku sholat, lalu setelah sholat aku akan sedekahkan 1 dinar untuknya". Lalu Ali kemudian menitipkan keledainya kepada pemuda tersebut lalu ia pergi sholat. Di saat Ali sedang sholat, ternyata pemuda itu tidak sabar. Maka dicurinyalah cangkang keledai Ali (bingung namanya apa, tapi itu loh alat yang dipakai untuk mengikat tali di mulut keledai atau kuda .. :) ). Lalu dia pergi untuk menjualnya di pasar. Setelah sholat, Ali kaget setelah melihat cangkang keledainya sudah tidak ada lagi, dan dia juga tidak melihat pemuda yang ia titipkan keledai miliknya. Lalu Ali berpikir, pemuda itu mungkin saja mencuri cangkang keledainya dan hendak menjualnya di pasar. Lalu untuk membuktikan kecurigannya tersebut, disuruhlah seorang sahabat untuk mencari kepasar. Ali berkata kepada sahabat itu "Wahai sahabat, pergilah ke pasar, mungkin di sana ada seorang pemuda yang sedang menjual cangkang keledai, kalau ada, belilah dengan harga 1 dinar untukku". Lalu sahabat itu pergi ke pasar dan ternyata benar, ia melihat seorang pemuda sedang menawarkan cangkang keledai. Lalu dibelilah cangkang tersebut seharga 1 dinar dan diberikannya kembali kepada Ali.

Dari cerita yang pertama ini ditunjukkan karena ketidak sabarannya ditunjukkan bahwa pemuda ini lebih memilih mendapat 1 dinar yang haram sebagai rezekinya. Seandainya dia lebih sabar, kelak dia juga akan mendapatkan 1 dinar yang halal untuknya.

Yang kedua, ada dua sekumpulan nelayan yang bekerja mencari ikan di laut. Kumpulan nelayan yang pertama suka berbuat maksiat dan tidak pernah beribadah sedangkan kumpulan nelayan yang kedua nelayan yang taat beribadah. Selama ini ketika mencari ikan, kumpulan nelayan yang suka bermaksiat selalu mendapat ikan yang besar2 dan banyak. Sedangkan nelayan yang taat beribadah mendapat ikan yang kecil2 dan sedikit. Lalu berpikirlah nelayan yang taat beribadah, mengapa rezeki mereka lebih sedikit ketimbang mereka yang suka bermaksiat. Akhirnya nelayan tersebut sepakat, mereka ingin mencoba seandainya mereka juga melakukan maksiat, apakah nasib mereka akan berubah. Lalu kemudian nelayan2 yang taat beribadah itu sedikit demi sedikit lalai dan mulai melakukan maksiat. Sehingga suatu saat mereka mendapatkan ikan yang sangat besar, dan ternyata didalam perut ikan tersebut terdapat mutiara yang indah. Namun tiba2 nelayan2 tersebut menjadi berpikir, apakah rezeki yang mereka dapatkan ini haram atau halal? Setelah mereka berdebat, mereka sepakat bahwa rezeki yang mereka dapat itu haram dan merka memutuskan untk kembali ke jalan yang benar, dan kemudian dibuanglah ikan tersebut. Singkatnya nelayan2 tersebut akhirnya pindah sehingga mereka tidak bersama lagi dengan kumpulan nelayan yang suka bermaksiat dan mencari ikan di bagian laut yang lain. Ternyata setelah mereka pindah, mereka kembali mendapatkan ikan yang besar dan didalamnya terdapat mutiara yang indah. Mereka akhirnya berpikir, rezeki itu Allah yang menetukan, baik dengan jalan apaun kita berupaya mendapatkannya. Jadi lebih baik memilih jalan yang halal dan terus berdoa supaya rezeki kita dimudahkan ketimbang kita memilih jalan yang diharamkan oleh Allah SWT.

Dari dua cerita diatas aku jadi berpikir, sebenernya ga ada gunanya kita mecari rezeki dengan cara yang haram. Karena cepat atau lambat apa yang memang menjadi rezeki kita InsyaAllah enggak akan ke mana mana. Cuma aja, mungkin saat ini (dan mungkin juga aku termasuk), orang tidak sabar untuk menantikan rezekinya, lebih menyukai cara yang cepat dan enggak mau bersusah payah. Ya Allah, lindunglah kami dari segala sesuatu yang Engaku tidak sukai dan senantiasa tuntunlah kami untuk dapat selalu melakukan apa yang Engkau perintahkan, berikanlah rahmat dan rizki yang halal dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar. Amin ya robbal alamin.

posted by Spellcaster at 9:06 PM

0 comments

Post a Comment





Monday, October 02, 2006 2:46 PM

Bank Emosional

Keluarga itu bagaikan bank emosional bagi kita. Jadi, ibarat bank kita melakukan transaksi menarik atau menyetor saldo positif atau negatif ke tabungan kita. Keharmonisan di dalam keluarga itu sendiri tergantung dari jumlah saldo positif yang ada di rekening emosional kita. Misalkan kita sedang meluangkan waktu untuk bermain dengan anak kita, dan anak kita merasa senang, berarti kita sedang menambah saldo positif kita. Sedangkan misalnya kalau kita melakukan hal yang tidak terpuji di rumah seperti marah-marah, tidak menghargai istri dan anak maka kita sedang menarik saldo positif kita. Jumlah yang kita setor ataupun yang kita ambil tergantung dari akibat dari apa yang kita lakukan atau perbuat kepada keluarga kita.

Orang yang jarang di rumah, jarang bertatap muka dengan keluarga, dam ketika di rumah kerjanya cuma marah2, berarti dia hanya terus menerus menarik saldo positif dari tabungan emosionalnya. Hasilnya? tabungannya jadi defisit dan itu berarti tidak akan ada keharmonisan dalam keluarga tersebut. Sebaliknya, orang yang selalu meluangkan waktu untuk keluarga akan selalu menambah saldo positifnya sehingga akan semakin banyak dan menciptakan suatu keharmonisan yang berkesinambungan. Ada 6 hal yang bisa membantu kita untuk bisa selalu memperbanyak saldo kita di tabungan emosi kita yaitu : ketaqwaan, kasih sayang, kesetiaan, komunikasi, keterbukaan dan kejujuran. Jika 6 hal tersebut kita lakukan dan kita pelihara, InsyaAllah saldo positf kita akan terus bertambah dan keharmonisan dalam keluarga kita akan abadi selamanya.

posted by Spellcaster at 2:46 PM

0 comments

Post a Comment









   
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
 

Previous Posts
Pusing
--------
Trio Kwek Kwek
--------
Futsal Game
--------
Kembali Lagi
--------
Selalu terulang
--------
Aku Hanya Katak
--------
Cahaya
--------
Blunder
--------
Recovery
--------
Untuk si Joe ..
--------

Archives
03/01/2006 - 04/01/2006
04/01/2006 - 05/01/2006
05/01/2006 - 06/01/2006
06/01/2006 - 07/01/2006
08/01/2006 - 09/01/2006
09/01/2006 - 10/01/2006
10/01/2006 - 11/01/2006
11/01/2006 - 12/01/2006
12/01/2006 - 01/01/2007
01/01/2007 - 02/01/2007
02/01/2007 - 03/01/2007
03/01/2007 - 04/01/2007
05/01/2007 - 06/01/2007
06/01/2007 - 07/01/2007
02/01/2008 - 03/01/2008
05/01/2008 - 06/01/2008