Friday, March 30, 2007 8:12 AM

Cahaya

Aku yang selalu hidup dalam sendiri
Yang selalu identik dengan gelap
Entah tidak bisa atau tidak mau
Melihat orang-orang disekitarku
Ah, karena aku mungkin menikmatinya

Sampai suatu saat cahaya itu datang
Bagai matahari yang menyinar bumi
membuat suasana menjadi ceria

Ceria? sesuatu yang baru dalam hidupku
Dimana aku kini bisa sadar
Bahwa disekelilingku masih ada orang-orang
Yang bisa diajak bercerita dan tertawa

Dibawah cahaya itu aku merasakan
Dunia yang baru
Dunia dimana kita harus saling melihat
Dan bercengkrama dengan yang lain

Tapi sebagai manusia
Tak kuasa menahan munculnya sifat liarku
Aku egois
Aku ingin memiliki cahaya itu
Menjadikannya hanya untuk menerangi diriku
Membuatnya bercahaya hanya untukku

Padahal kalau disadari
Dia harus menyinari kami semua
Agar kami bisa saling melihat satu dengan yang lain
Bukan hanya menyinari diriku sendiri

Disaat aku sedang berada
Di dunia yang membuatku ceria
Aku melakukan kesalahan
Bagaikan mengibaskan tanganku
Pada api lilin yang sedang menyala
Yang membuatnya redup dan akhirnya mati

Kini cahaya itu pun redup
Tak lagi menerangiku untuk bisa
Melihat orang-orang di sekelilingku lagi
Aku kini kembali pada duniaku yang dulu
Sepi, gelap dan sendiri

Aku tak tau harus bagaimana
Memperbaiki kesalahan yang terlanjur kuperbuat
Aku cuma bisa berharap
Cahaya itu datang lagi
Mempertemukanku lagi pada dunia yang terang
Membantuku lagi untuk bercengkrama dengan orang-orang

Aku janji
Aku tak akan egois lagi
Aku tak akan memaksa cahayamu menjadi milikku
Biarkan cahayamu menerangi kami semua

Ayolah
Kembalilah bersinar
Aku tak mau sendiri


~sekedar coretan hari ini .. :)

posted by Spellcaster at 8:12 AM





1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Mungkin sebetulnya si cahaya ingin bisa menyinari dunia tanpa batas. Namun apa daya ia hanyalah sebatang lilin yang mudah goyah hanya karena hembusan angin. Padahal semakin terang cahaya yang ia berikan semakin cepat pula badan sang lilin leleh terbakar oleh pancaran cahaya yang dikeluarkannya. Tapi itulah dia, lilin yang hanya bisa berharap menjadi matahari.

11:04 PM  

Post a Comment





   
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
 

Previous Posts
Blunder
--------
Recovery
--------
Untuk si Joe ..
--------
Hanya sekedar mimpi ..
--------
Mungkin belum saatnya
--------
Kenyataan yang dulu ..
--------
Yang satu lagi ..
--------
Ternyata ...
--------
Uang emak enggak cukup
--------
Sedang Menunggu
--------

Archives
03/01/2006 - 04/01/2006
04/01/2006 - 05/01/2006
05/01/2006 - 06/01/2006
06/01/2006 - 07/01/2006
08/01/2006 - 09/01/2006
09/01/2006 - 10/01/2006
10/01/2006 - 11/01/2006
11/01/2006 - 12/01/2006
12/01/2006 - 01/01/2007
01/01/2007 - 02/01/2007
02/01/2007 - 03/01/2007
03/01/2007 - 04/01/2007
05/01/2007 - 06/01/2007
06/01/2007 - 07/01/2007
02/01/2008 - 03/01/2008
05/01/2008 - 06/01/2008