Monday, January 08, 2007
7:30 AM
Mungkin belum saatnya
Ternyata pertigaan itu sampai sekarang masih belum bisa aku lewati. Sayangnya, entah kenapa sejak beberapa waktu lalu, aku selalu seperti kalah sebelum berperang jika harus melewati pertigaan itu.
Dan sayangnya pagi ini aku kalah lagi. Padahal keadannya masih dalam kedaan wajar, belum macet total. Tapi tanjakannya itu membuat aku tegang. Ketika aku harus maju, aku menginjak pedal gas, semula kecil, tapi moni enggak maju-maju. Akhirnya karena tegang, tak terasa pedal gas terinjak dalam. Moni menderu, tapi tetap tak mau maju, mundur malah. Ternyata karena tegang aku lupa kalo kopling aku injak juga. Dan lebih bodohya lagi dan juga masih karena tegang, aku malah mengankat kopling terlalu cepat. Tau hasilnya? gas yang sudah terlalu dalam dan kopling yang diangkat tiba-tiba membuat moni sontak loncat. Untung aku banting stir tepat waktu, kalo enggak mungkin tiang listrik dan motor yang berjalan di depanku sudah jadi korban.
Akhirnya pagi ini aku melewati pertigaan itu disertai dengan makian orang2 di sekitar. Pak ogah yang biasa mengatur kendaraan di pertigaan itu pun terlihat tegang, tapi dia enggak berbicara sedikitpun. Agak jauh dari situ, aku pinggirkan moni, lalu kemudi aku serahkan ke mas Aan. Kayaknya aku engak sanggup meneruskan lagi, jantung masih deg-degan, plus keringat dingin. Biar hari ini mas aan aja yang nganterin aku ke kantor.
Mungkin hari ini masih belum saatnya, tapi berjanji dalam hitungan hari, aku harus bisa melewati pertigaan maut itu .. :). Aku pasti bisa.
posted by Spellcaster
at
7:30 AM
3
Comments:
hati2 kalo sedang mengendari kendaraan ^_^
4:13 PM
hhmm..kalau dijalan itu emang musti banyak hati-hati dan banyak sabar nya ya arya :-)
2:17 PM
Ya, cerita lo dreskriptif banget sih..gw sampe deg2an tau..
3:00 PM