Friday, June 16, 2006 8:32 AM

surgaku yang baru

Udah seminggu ini dateng ke kantor selalu pagi2. Jam 7 udah nyampe kantor, padahal itu adalah hal yang jarang sebelumnya (biasanya aku berangkat ke kantor jam 7.30 .. :P). Kenapa pagi? karena ya memang harus pagi2, kalo enggak nanti kena macet.. :) Macet? kok bisa? iya, karena sekarang aku udah tinggal di Bekasi .. :). Seperti pepatah bilang, semakin jauh tempat tinggal kita dari kantor, semakin pagi kita dateng dan semakin dekat tempat tinggal kita dengan kantor, semakin siang pula kita dateng .. :).

Hari sabtu lalu, aku resmi pindah dari kos ku di kuningan ke rumah yang baru. Alhamdulillah rumahnya sudah selesai dibangun, udah rapi tapi belum dibersihin. Dengan bantuan Bapak, Farid, dinda dan Pak Jajang Alahamdulillah semua barang2 di kos bisa dibawa dalam sekali angkut. Tapi yang namanya barang2 kos, kayaknya ga begitu cocok untuk di taro di rumah, jadi meskipun semua barang udah dibawa ke rumah, tetep aja rumah masih kelihatan kosong. Mungkin nanti setelah menikah pelan2 diisi deh.

Sebenernya yang pengen aku tulis kali ini bukanlah kronologis waktu aku pindah ke rumah itu (yang bisanya tulisanku itu isinya sekitar kronologis kejadian yang aku alami .. :) ). Tapi lebih ke perasaanku ketika baru menempati rumah baru ini. Kenapa? yah karena aku merasa ada sesuatu yang menyelimuti pikiranku ketika aku pertama kali menjejakkan kaki di rumah ini. Selain persaan asing yang selalu biasanya aku miliki setiap aku menempati tempat yang baru, ada juga perasaan yang aku sendiri bingung mengungkapkannya dengan kata2 .. :).

Rumah ini InsyaAllah setelah menikah akan didiami oleh aku dan dinda. Berarti sejak itu pula statusku berubah menjadi "kepala keluarga". Nah perasaan untuk menyandang status ini yang membuatku kepikiran sejak pindah. Aku berpikir siapkah aku untuk menyandang status tersebut, nantinya di mana sebagai seorang kepala keluarga, aku akan bertanggung jawab atas keseluruhan yang ada dan terjadi di rumahku nanti. Aku harus melindungi semua keluarga dan isi rumahku. Menjalankan kewajiban2ku sebagai pemimpin dalam rumah, dan menjalankan kewajibanku untuk hidup bertetangga dengan orang lian di sekitar rumah. Hal ini menurutku adalah hal yang pasti nantinya akan dialami oleh setiap orang yang akan memulai kehidupan baru dengan keluarga di sebuah tempat tinggal, tapi tetap aja aku masih merasa gugup sekarang.

Di hari pertama aku di rumah, malamnya aku di bawa Bapak untuk ketemu Pak RT untuk melapor. Dari sini aku belajar dari bapak, sebagai kepala keluarga jika ada anggota keluarga yang baru datang dan tinggal lebih dari 24 jam, kita harus melapor ke RT setempat. Setelah itu aku di bawa berkenalan dengan tetangga di depan rumah. Dari sini aku mulai mencoba untuk merasakan bagaimana si hidup bertetangga itu. Kalo dulu di rumah ketika aku masih kecil, aku sering dibawa ayahku berkunjung ke tetangga, aku sering melihat bagaimana cara ayahku berbicara atau mengobrol dengan tetangga. Sekarang aku mencoba mengingat kembali dan mempraktekan hal tersebut :). Di rumah tetangga depan ini aku cukup banyak dapat ilmu loh. Namanya Pak Basri, dia menjelaskan ke aku gimana cara kita berhubungan dengan tetangga, saling sapa, dan wajib ikut kerja bakti hehehe. Walaupun sebenernya obrolan malam itu lebih banyak obrolan politiknya tapi beliau juga sempet mengajari aku banyak hal .. :)

Dulu selama aku masih kecil, aku hidup di rumah berstatus sebagai anak. Dulu aku ga pernah punya persaan untuk melindungi isi rumah, yang ada aku cuma pengen bisa main dan menikmati apa yang ada di rumah hehehe. Dari sejak aku remaja aku jarang memperhatikan ayahku bagaimana dia menghandle semua urusan berkaitan dengan rumah, dan aku jadi nyesel sekarang .. :) Tapi aku ga merasa salah, karena mungkin dulu memang belum waktunya aku memikirkan itu. Aku ga pernah belajar dan coba bertanya gimana cara membayar listrik, menambah daya listrik di rumah, memasang pipa air, menyambung telepon rumah, mengadakan hajatan, pokoknya apa aja yang dikakukan untuk rumah. Dulu sebagai anak aku cuma bilang ke temen2 mainku "Ayahku baru pasang ini/itu loh.." .. :). Dulu juga ketika rumah kekeringan air, aku cuma mikir gimana aku bisa mandi, tapi ayahku berpikir keras gimana supaya keluarganya bisa mendapatkan cukup air. Dulu aku sering lihat ayahku sering bangun malam, rupanya dia kadang mengunggu jet pam untuk mengisi air (karena ga otomatis .. :) ) supaya besoknya seluruh keluarga bisa mandi. yah pokoknya, perasaan tanggung jawab sebagai kepala keluarga semacam ini lah yang sekarang ini harus banyak aku pahami, dan miliki.

Sebenernya masih banyak yang aku simpan di hati, tapi kalo dibeberkan semua bisa kepanjangan nanti .. :P, tapi secara ringkas aku simpulkan bahwa saat ini perasaan semacam inilah yang ada dipikiranku sekarang, selain aku juga memikirkan persiapan pernikahan yang waktunya sudah semakin dekat, udah dalam hitungan minggu .. :). Aku akan coba belajar dan terus belajar, dan aku berharap semoga nantinya aku bisa menjadi kepala keluarga yang sebaik baiknya. Amin.

posted by Spellcaster at 8:32 AM





0 Comments:



Post a Comment





   
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
 

Previous Posts
kartuHALO Bebas Bicara
--------
sibuk..
--------
beda software ternyata ...
--------
muka baru
--------
nginep
--------
search di Google 2
--------
selamat ulang tahun telkomsel
--------
pulang
--------
search di Google
--------
ambil undangan dan pameran di JCC #2
--------

Archives
03/01/2006 - 04/01/2006
04/01/2006 - 05/01/2006
05/01/2006 - 06/01/2006
06/01/2006 - 07/01/2006
08/01/2006 - 09/01/2006
09/01/2006 - 10/01/2006
10/01/2006 - 11/01/2006
11/01/2006 - 12/01/2006
12/01/2006 - 01/01/2007
01/01/2007 - 02/01/2007
02/01/2007 - 03/01/2007
03/01/2007 - 04/01/2007
05/01/2007 - 06/01/2007
06/01/2007 - 07/01/2007
02/01/2008 - 03/01/2008
05/01/2008 - 06/01/2008