Wednesday, April 26, 2006 11:54 AM

dari semanggi ke wirausaha

Senin malem kemaren, iseng aja pengen ngajakin temenku makan. Kebetulan juga hari itu juga lagi ga jemput dinda, jadi ya bisa jalan ma temen lah ..:D (hehehe.. kesannya kok dikekang banget, ya enggak lah, ngejemput kan tanda perhatian..~halah).

Rencananya si mau makan di semanggi, itu pun memutuskannya sulit banget, abisnya setiap ditanya masing2 dari kami menjawab "terserah aja".. dan jawabannya sama semua. Pun, setelah turun menuju parkiran ternyata ujan rintik2, tapi belum membuayarkan niat kami untuk tetep makan di semanggi.

Niat makan pun masih membara sampai akhirnya mulai sedikit demi sedikit niat itu pudar, yaitu ketika ternyata temenku bilang kalo dia lupa bawa STNK. Soalnya gimana bisa keluar tempat parkir kalo ga nunjukkin STNK. akhirnya sedikit ragu2 juga kepastian jadi ga makan. Akhirnya kita coba untuk melobi satpam supaya bisa keluar, dan ternyata berhasil!!!! hehehe. So jadi pada semangat lagi, yoshh.. jadi deh makan di semanggi. Tapi ketika motor temenku lagi berhenti di depan parkiran buat nungguin motor temenku yang satu lagi, tiba2 temenku kepikiran "tapi khan kalo masuk semanggi nanti pas keluarnya butuh STNK juga ya.. "... Dan akhirnya pemikiran tersebut berhasil membatalkan niat kami untuk makan di semanggi, padahal hujan dan harus ngelobi satpam aja ga meruntuhkan niat buat makan disana..:P. Akhirnya jadilah kami makan di warteg samping parkiran. Ga apa2 deh ga makan di semanggi, yang penting khan makan barengnya.

Sambil makan, biasalah, pasti sambil ngobrol. Dari berbagai obrolan malam itu, yang membuat aku tertarik adalah rencana dua orang temenku yang ingin berwirausaha. kebetulan mereka berdua juga sekarang lagi ikutan training tentang kewirausahaan yang diadakan di menpora. Sebut aja temenku ini si D dan si V.

Si D ini selama yang kukenal, memang dari dulu sangat berobsesi untuk berwirausaha. Kalo menurutku semangat dia itu hebat, dan dia sangat pantes jadi pengusaha sukses. Bahkan menurutku dia itu ga pantes kerja sebagai karyawan di sini, dan lebih pentes kalo punya usaha sendiri kalo melihat semangatnya berwirausaha. Cuma aja, aku ga tau kok sampe sekarang dia belum jadi pengusaha. Jadi inget dulu coba pernah berwirausaha bareng dia dan bareng temenku juga si O. Dulu semangat kami berkobar kobar, bahkan usahanya sudah hampir jalan (untuk tahap marketing sudah jalan). Usahanya mo bikin agen untuk mengajar privat anak SD-SMU. Sayangnya kurangnya kesempatan dan waktu untuk berkonsentrasi ke usaha itu secara penuh membuat usaha itu akhirnya gagal juga. Aku juga pernah mecoba bareng si H, B dan P untuk membuat usaha software house. Tapi sekali lagi karena aku kurang bisa membagi waktu dan konsentrasiku, membuatku kembali gagal dalam usaha itu. Aku salut sama si B dan P yang saat ini masih berjuang menjalankan usaha tersebut. Bravo buat kalian, aku yakin kalian akan sukses besar..

Kadang aku berpikir, jangan-jangan aku emang ga punya bakat berwirausaha kali ya, habisnya susah banget berkonsentarsi secara penuh pada usaha tersebut sedangkan aku juga harus bekerja untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidupku juga. Seandainya hidup ini miliku sendiri dan ga ada beban tanggungan, pengen rasanya aku berhenti kerja dan lebih berkonsentrasi ke wirausaha, tapi ga bisa begitu juga.

Duh, ngelantur kemana-mana nih... kembali ke temenku, kali ini si V. Aku belom lama kenal dia si, tapi dia bilang bahwa dia punya semangat besar untuk berwirausaha dan kalo aku baca di blognya, semangat dia sedang bersemi kembali. Apalagi dia sudah tertarik pada enterpreneur sejak dia masih kuliah. So sepertinya dia memanganggap momen kali ini adalah momen yang paling tepat.

Kembali lagi ke obrolan tentang wirausaha. Tercetus beberapa ide, dan akhirnya terkonsentrasi pada satu ide. Aku ga bisa bilang detailnya ide itu (karena itu idenya si D), tapi intinya berkaitan dengan fotographi dan pencetakan foto. Sangking serunya sampai semua sepakat akan mencoba menjalankan usaha tersebut (hehehe.. semangat berkobar!!). Aku enggak tau apakah aku termasuk dalam usaha tersebut atau tidak (Aku yakin, si D trauma kalo mo ngajak aku ikutan, pasti gagal lagi hehehe) dan aku juga ga perduli. Walaupun aku mengakui aku sangat tertarik, tapi dengan melihat mereka pun rasanya juga senang. Aku berharap kali ini ini si D benar2 bisa mewujudkan obsesinya sebagai business man, juga si V. Aku juga mesti realistis, saat ini aku sedang mempersiapkan "..."ku dan itu juga banyak menyita waktu selain pekerjaan rutinku. Jadi seandainya aku tak termasuk pun aku bisa memaklumi kenapa seharusnya aku enggak termasuk dalam tim ini. But overall, aku mendukung kalian berdua man. Ayo, buktikan kalo kalian bisa, apalagi itu ide yang bagus. Buat D belajar dari pelangalaman ya, jangan mengulangi kesalahan yang sama... :)

Duh, trus bingung gimana mo mengakhiri ceritanya ni, ya udah pokoknya begitulah semangat berwirausaha mereka. Aku doakan semoga berhasil ya .. :)

posted by Spellcaster at 11:54 AM





0 Comments:



Post a Comment





   
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
 

Previous Posts
dari Medan
--------
Cobalah Untuk Setia
--------
Teman adalah Hadiah
--------
report selama dua minggu
--------
Dasar pelupa ...
--------
Melelahkan ....
--------
Apa ya judulnya?
--------
Duh..supir bis!!!!
--------
Tulisan pertama
--------

Archives
03/01/2006 - 04/01/2006
04/01/2006 - 05/01/2006
05/01/2006 - 06/01/2006
06/01/2006 - 07/01/2006
08/01/2006 - 09/01/2006
09/01/2006 - 10/01/2006
10/01/2006 - 11/01/2006
11/01/2006 - 12/01/2006
12/01/2006 - 01/01/2007
01/01/2007 - 02/01/2007
02/01/2007 - 03/01/2007
03/01/2007 - 04/01/2007
05/01/2007 - 06/01/2007
06/01/2007 - 07/01/2007
02/01/2008 - 03/01/2008
05/01/2008 - 06/01/2008